Apartemen sudah menjadi kebutuhan hunian warga perkotaan. Tak ayal jika developer rumah susun ini semakin gencar membuat tipe tempat tinggal ini. Meskipun mudah dijumpai di perkotaan, kamu tidak boleh sembarangan langsung membeli apartemen.

Sebab, ada sejumlah aspek hukum jual beli apartemen yang wajib diketahui sebelum melakukan transaksi. Agar transaksi aman, pastikan bangunan yang hendak dibeli memiliki legalitas yang baik di mata hukum. Karena itu, ada sejumlah aspek hukum yang harus terlebih dahulu diperiksa. Apa saja itu?

1. Status Developer

jual beli apartemen

Status pengembang sangat perlu untuk kita telisik sebelumnya. Kamu tentu sering mendengar pembangunan apartemen yang mangkrak karena developer tidak bertanggung jawab. Belum lagi juga kasus-kasus penipuan lainnya yang melibatkan pengembang properti.

Maka sangat penting untuk mencari tahu bagaimana kredibilitas sebuah pengembang apartemen.

Cari tahu apakah pengembang masuk ke dalam keanggotaan tersebut. Jika developer sudah terdaftar , maka sudah menjadi jaminan untuk mendapatkan solusi penyelesaian apabila terjadi masalah.

2. Status Kepemilikan Lahan

jual beli apartemen

Kamu juga mesti cari tahu bagaimana status kepemilikan lahan. Apabila sudah menemukan apartemen yang diinginkan, kamu bisa bertanya mengenai Sertifikat Hak Kepemilikan Rumah Susun.

Selain itu, cari tahu Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung. Jenis sertifikat tersebut bisa diartikan sebagai pecahan Hak Guna Bangunan yang dapat digadaikan di bank.

Pastikan jenis hak atas tanahnya adalah hak milik. Jangan hak guna bangunan. Sebab beberapa kasus, ada developer yang menyewa tahan dari pemerintah untuk membangun apartemen. Dampaknya, jika jangka sewa telah selesai dan tidak bisa diperpanjang, apartemen akan dirobohkan.

3. Memiliki Izin Pembangunan

Izin mendirikan bangunan sangat penting untuk semua jenis hunian. Termasuk rumah susun atau apartemen. Jika pengembang belum mengantongi surat Izin Mendirikan Bangunan atau IMB, maka secara hukum pemasaran belum dapat dilakukan.

IMB juga menjadi jaminan agar bentuk bangunan tidak berubah. Sebab di dalam IMB, secara jelas telah diterangkan jenis bangunan yang diijinkan.

4. Apartemen yang Hendak Dibeli Menjadi Jaminan Bank atau Tidak?

jual beli apartemen

Sebenarnya tidak ada masalah apabila unit yang dibeli dijaminkan pihak developer ke bank. Namun, kamu mesti memperhatikan apakah yang menjadi jaminan adalah bangunan atau utang atas developer. Apabila yang menjadi jaminan adalah utang developer, bisa saja properti yang sudah kamu beli akan disita bank.

Hal ini bisa saja terjadi jika pengembang mangkir tidak membayar utang. Maka unit apartemen yang menjadi jaminan akan disita dan kamu tidak memiliki hak apapun untuk menuntut.

5. Membuat PPJB

jual beli apartemen

PPJB merupakan surat yang berisi pengikatan jual beli apartemen. Antara PPJB dan AJB saling berkaitan satu sama lain sehingga wajib diketahui konsumen. Untuk PPJB dibuat antara penjual dan pembeli properti sebelum Akta Jual Beli dibuat.

PPJB sifatnya tidak mengikat properti karena sifatnya hanya kesepakatan. Dalam hal ini belum ada peralihan mengenai kepemilikan kepada pembeli. Kesepakatan dan diserahkannya PPJB ditandai dengan penyerahan uang muka dari pembeli apartemen.

Dalam PPJB terdapat 3 objek yang diikatkan dalam jual beli apartemen. Yaitu:

  • Luas apartemen, arsitektur, dan spesifikasi
  • Lokasi tanah apartemen dan sesuai nomor kavling bangunan.
  • Luas tanah dan izin mendirikan bangunan

PPJB berfungsi untuk menandai properti agar tidak dibeli orang lain sembari AJB selesai dibuat oleh notaris. Soal sah tidaknya PPJB,

Adanya PPJB, penjual wajib menyerahkan unit apartemennya kepada pembeli. Jadi, apabila PPJB tidak kamu peroleh ketika membeli apartemen, maka tanyakan kepada pihak penjual. Jangan sampai kamu membeli unit tanpa adanya dokumen ini.